Pages - Menu

Thursday, June 13, 2013

Ringankan gejala-gejala yang terjadi pada masa transisi menopause.



Masa menopause merupakan sebuah kondisi fisiologis normal pada wanita yang ditandai dengan berhentinya siklus haid secara permanen. Di Indonesia, usia rata-rata wanita mengalami menopause yaitu pada usia 48 tahun. Dampak dari kondisi menopause adalah menurunnya kadar estrogen sebagai bagian dari sebuah regulasi hormonal. Turunnya kadar estrogen dikaitkan dengan berbagai kelainan masa transisi menuju menopause seperti rasa panas di muka dan dada (flushing), kekeringan vagina, penurunan daya ingat, dan dislipidemia. Wanita pascamenopause juga akan mengalami peningkatan kejadian osteopenia, osteoporosis, dan penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi. Hal ini dipercaya sebagai akibat dari penurunan kadar estrogen.

Osteopenia dan osteoporosis merupakan sebuah penyakit metabolik tulang yang ditandai dengan penurunan massa tulang dan disertai dengan peningkatan risiko terjadinya fraktur traumatik maupun non traumatik. Faktor risiko terpenting osteoporosis pada perempuan adalah menopause. Pada 10 tahun pertama menopause, perempuan akan kehilangan massa tulangnya sekitar 0,5-1% per tahun dimulai setelah usia 30 tahun. Hal ini menyebabkan perempuan kehilangan sekitar 50% dari tulang trabekular dan 30% dari tulang kortikal semasa hidupnya. Kehilangan massa tulang ini akan semakin cepat setelah 3-5 tahun pertama mengalami menopause, khususnya pada korpus vertebrata, kolum femur, dan radius distal.



Percepatan terjadinya osteoporosis pascamenopause membutuhkan penatalaksanaan yang efektif untuk mencegah terjadinya fraktur yang merupakan karakteristik osteoporosis akibat penurunan densitas tulang. Pilihan yang sudah terbukti efektif untuk mengatasi osteoporosis pascamenopause adalah dengan sulih hormon dengan pemberian estrogen sintetik.

Isoflavon dipercaya berperan dalam menghambat osteoporosis pascamenopause. Isoflavon yang berasal dari kacang kedelai ini diidentifikasikan memiliki efek fitoestrogen. Perempuan Jepang dan Asia merupakan masyarakat yang banyak mengkonsumsi isoflavon dan memiliki risiko kejadian osteoporosis lebih rendah.

Berbagai penelitian kemudian dilakukan untuk menilai efek isoflavon kedelai terhadap resorpsi tulang. Hasil yang didapat pun berbeda. dr. Elly Herwana, M.Biomed mencoba meneliti efek isoflavon, khususnya suplemen isoflavon. Penelitian ini ingin mengetahui apakah suplementasi isoflavon kedelai 100mg/hari selama 3 dan 6 bulan pada perempuan pascamenopause usia 48-60 tahun dengan osteopenia dapat menurunkan resorpsi tulang.

Penelitian kemudian dilakukan selama 24 minggu dimulai pada Januari-Juli 2010. Sampel yang diambil adalah perempuan pascamenopause usia 48-60 tahun dengan osteopenia . Hasil yang didapat kemudian diperiksa di Laboraturium Kesehatan Daerah, Laboraturium LIPI, dan Laboraturium Klinik Prodia Pusat.
Dari hasil studi penelitian tersebut kemudian dapat disimpulkan bahwa suplementasi isoflavon selama 3-6 bulan terbukti menurunkan resorpsi tulang pada perempuan pascamenopause dengan osteopenia. Isoflavon kedelai yang memiliki struktur molekul menyerupai estradiol menunjukkan afinitas terhadap reseptor estrogen pada sel tulang sehingga potensial menghambat resorpsi tulang pada perempuan pascamenopause. (*klik sumber)


Produk kesehatan dari Shaklee:  GLA Complex dan Energizing Soy Protein membantu meringankan gejala-gejala yang umumnya terjadi pada masa transisi menopause, karena:


1.  GLA Complex
     60 kapsul / 60 sajian

GLA (Gamma Linolenic Acid) digunakan oleh banyak wanita untuk memelihara kebugaran tubuh di masa menstruasi. GLA merupakan asam lemak Omega-6 yang digunakan oleh tubuh kita dalam pembentukan prostaglandin – zat seperti hormon yang berfungsi membantu tubuh menjalankan berbagai proses secara normal. Minyak biji bunga matahari merupakan salah satu sumber asam lemak Omega-6. Juga mengandung vitamin E, untuk melindungi dinding arteri serta meningkatkan sistem imunitas tubuh melalui pemeliharaan integritas sel.

  • Mendukung kebugaran tubuh saat datang bulan *
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh *
  • Minyak Borage, yang mengandung konsentrat GLA alami dalam bentuk yang paling mudah untuk dicerna.


2.  Energizing Soy Protein – Rasa Vanilla
     850 gm/30 sajian  

Memberikan Asupan Energi, dengan Protein Nabati Berkualitas Terbaik.
Energizing Soy Protein merupakan sumber protein nabati yang rendah lemak, bebas kolesterol serta diperkaya oleh 9 asam amino essensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Energizing Soy Protein telah terbukti secara klinis mampu memberikan asupan tenaga yang dapat bertahan lebih lama.

  • Protein nabati berkualitas terbaik dengan 14 gram protein kedelai yang sehat bagi jantung serta 500 mg kalsium dalam setiap sajiannya.
  • Membantu menjaga jaringan otot, perbaikan sel, dan keseimbangan fungsi enzim serta hormon.
  • Glycemic rendah yang membantu menjaga tingkat gula darah normal.
  • Mendukung sistem kekebalan dan daya tahan tubuh, serta membantu menurunkan kolesterol..

* Produk ini tidak ditujukan untuk diagnosa, perawatan, penyembuhan atau pencegahan penyakit.

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi saya Suzan Novisiana di

SMS:  0812-8887520 atau 


Like fanpage saya http://www.facebook.com/MamanyaKalki untuk mendapatkan diskon hebat.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...